Wafat pada Hari Jumat

Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ada ungkapan yang populer di masyarakat bahwa apabila seseorang meninggal pada hari Jumat, orang tersebut lepas dari azab kubur. Benarkah demikian? Rasanya agak aneh dan tidak adil apabila yang meninggal tersebut kebetulan bukan orang beriman.

Sofyan Muchtar, Jakarta

Jawaban :

Ada beberapa riwayat sahih yang menjelaskan keistimewaan seorang Muslim yang meninggal dunia pada hari Jumat atau malam harinya bahwa ia akan terbebas dari fitnah atau siksa neraka. Diriwayatkan oleh Ibnu Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Setiap Muslim yang wafat pada siang hari Jumat atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur.” ( HR Ahmad dan Tirmizi ).

Dalam hadis ini termuat pesan adanya keimanan orang yang meninggal tersebut. Adapun orang-orang yang jelas-jelas tidak beriman / kafir tentunya tak akan mendapat keistimewaan hari tersebut. Semua hadis yang meriwayatkan keistimewaan hari Jumat berkaitan dengan ibadah. Karena itu, hanya orang-orang berimanlah yang mendapatkan keuntungan ketika wafat pada hari Jumat.

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhotbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat.” ( HR Bukhari ).

Di antara keistimewaan hari Jumat adalah sebagai berikut: dari Aus bin Aus dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama adalah hari Jumat. Pada hari itu, Adam diciptakan, pada hari itu, beliau wafat, pada hari itu juga ditiup ( sangkakala ), dan pada hari itu juga mereka pingsan. Maka, perbanyaklah shalawat kepadaku karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.”

Aus bin Aus berkata, para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami bisa disampaikan kepadamu, sementara Anda telah tiada ( meninggal ), atau telah hancur ( menjadi tulang )?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” ( HR Abu Daud ). Wallahu a’lam bish-shawab.■
sumber : jalmilaip.wordpress.com/2011/09/10/wafat-pada-hari-jumat/

About these ads
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: